Senin, 23 April 2012

INDUSTRI

          Investasi Sektor Riil Makin Deras, Pertumbuhan Industri Tak Terganggu


NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian tetap optimis pertumbuhan sektor industri tak terganggu dan akan terus tumbuh hingga 7,1% walaupun ada sedikit koreksi pertumbuhan ekonomi makro Indonesia. Kemenperin beralasan, derasnya investasi asing yang masuk ke sektor industri pada tahun ini akan mampu menutupi dampak dari perlambatan ekonomi nasional yang dipicu perlambatan ekonomi dunia.
“Perusahaan asal Korea, Hanwa Co, LTD investasinya di enam sektor di Indonesia. Adapun nilai investasi dari enam sektor tersebut tidak kurang dari US$ 7 miliar. Lalu Krakatau Steel Posko, Conam dan Hancock dari Korea serta Pemerintah provinsi China Anhui dan masih banyak lagi yang akan berinvestasi di Indonesia,” jelas Hidayat usai menghadiri acara rencana PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk membangun pabrik baru di Indonesia di kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (15/3).
Lebih jauh mantan Ketua Kadin ini memaparkan, dari rencana pembangun pabrik baru di Indonesia dengan total nilai investasi sebesar Rp3,1 triliun akan membuka lapangan kerja untuk 5 ribu tenaga kerja baru. “Pembangunan pabrik baru atau perluasan pabrik tersebut akan menyerap kurang lebih lima ribu tenaga kerja baru,” kata Hidayat.
Selain itu pembangunan pabrik baru Honda juga menyerap kurang lebih 30 ribu orang tenaga kerja pada industri pemasok dan 6.200 tenaga kerja untuk jaringan baru. Hidayat mengatakan bahwa Honda akan meningkatkan kapasitas produksi dari 60 ribu unit per tahun menjadi 180 ribu unit per tahun dan perluasan pabrik tersebut membutuhkan waktu dua tahun untuk pembangunannya. “Pada pabrik baru tersebut, Honda akan menjadi basis untuk produksi Honda Brio yang akan menggunakan komponen dalam negeri sebanyak 80 %,” tambah Hidayat.
Ditegaskan Hidayat, kementerian yang ia pimpin akan mengawal dan membantu proses investasi tersebut apabila terjadi hambatan-hambatan. Dengan Indonesia menjadi basis produksi Honda, lanjutnya, maka diharapkan bisa juga memasok ke luar negeri.
Sementara itu Presiden dan CEO Asian Honda Motor, Hiroshi Kobayashi, mengatakan posisi Honda Indonesia sangat penting untuk bisnis Honda secara global karena Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Kobayashi mengatakan bahwa Honda akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pabrik utama di samping Thailand dan India.
Untuk Ekspor
Dia mengatakan, hal ini berarti tidak hanya memproduksi mobil untuk pasar domestik, pabrik Honda di Indonesia diproyeksikan untuk eskpor ke berbagai negara di kawasan Asia. “Selain itu, untuk mendukung pengembangan bisnis di Indonesia, Honda juga akan memperkenalkan berbagai model yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” tambah Kobayashi.
Kobayashi menambahkan, rencana tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengaruh positif bagi bisnis Honda di Indonesia, tetapi juga untuk industri otomotif secara keseluruhan dan memenargetkan penjualan akan mencapai angka 210 ribu unit pada tahun 2015. Menurut dia, dari pembangunan pabrik baru tersebut Honda akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 180 ribu unit per tahun.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT HPM Tomoki Uchida mengatakan, perluasan pabrik tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan pasar otomotif yang pesat di Indoneaia serta untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat. “Meskipun Honda tidak dapat menunjukkan performa yang optimal pada tahun 2011 akibat keterbatasan pasokan komponen karena pengaruh bencana alam di Jepang dan Thailand, pada tahun 2012 ini, kami percaya target penjualan akan mencapai 70 ribu unit,” ujarnya.
Uchida menambahkan, target tersebut juga didukung oleh prinsipal Honda di Jepang yang telah memberikan konfirmasi untuk memperkenalkan model baru yaitu Honda Brio untuk konsumen di Indonesia. “Kami mengharapkan bahwa dengan perluasan pabrik tersebut, juga akan menjadi sinyal yang sangat positif mengenai iklim investasi di Indonesia yang aman bagi industri, mendukung pertumbuhan industri otomotif dan ekonomi Indonesia secara umum, dan tentunya membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi bagi masyarakat di Indonesia,” jelasnya.
Pembangunan pabrik baru PT HPM tersebut berada tepat di belakang pabrik lama yang terletak di kawasan Industrti Mitrakarawang, Desa Parungmulya, Jawa Barat, dengan total luas area 512.500 meter persegi, dengan luas bangunan sebesar 97.575,79 meter persegi. Pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ribu unit per tahun, dan direncanakan menyerap tenaga kerja baru sebanyak dua ribu sampai dengan lima ribu orang dan akan memproduksi model-model baru Honda yang akan datang, salah satunya Honda Brio.

1 komentar: