Pemerintah sampai saat ini masih membahas rencana pembatasan pemakaian
premium bersubsidi yang secara bertahap akan dimulai Mei 2012.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo di Jakarta, Rabu,
mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat pembahasan
antarkementerian sebelum memulai pelaksanaan pembatasannya.
"Kami akan mendiskusikannya 1-2 kali lagi bersama-sama, sebelum diumumkan dan program dijalankan," katanya.
Sesuai rencana, setelah aturan pembatasan terbit pada akhir April 2012, selama tujuh hari akan dilakukan sosialisasi.
Lalu, program pembatasan pemakaian premium bersubsidi akan dimulai untuk mobil dinas di seluruh Indonesia pada Mei 2012.
Selanjutnya, diberlakukan untuk mobil pribadi dengan kapasitas
mesin di atas 1.500 cc di wilayah Jabodetabek setelah 60 hari atau
Agustus 2012 dan Jawa-Bali setelah 90 hari atau September 2012.
Evita mengatakan, jadwal pembatasan masih sesuai rencana yakni dimulai pada Mei 2012.
"Jadwal masih tetap, kira-kira mulai Mei ini. Tapi, saya tidak tahu tanggalnya kapan," ujarnya.
Pemerintah merencanakan pembatasan menyusul larangan DPR menaikkan harga BBM subsidi pada 2012.
DPR menyaratkan, kenaikan harga BBM subsidi hanya boleh dilakukan
setelah harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP)
selama enam bulan terakhir rata-rata 15 persen di atas asumsi 105 dolar
AS per barel.
Pemerintah memperkirakan tanpa melakukan upaya apapun, konsumsi BBM
subsidi bakal membengkak menjadi 47 juta kiloliter dari asumsi APBN 40
juta kiloliter.
Namun, jika Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga
Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis BBM Tertentu dilaksanakan secara
konsekuen, maka konsumsi bisa ditekan menjadi 44 juta kiloliter.
Lalu, kalau pemerintah menjalankan kebijakan pembatasan, maka
konsumsi diperkirakan bisa ditekan lagi menjadi antara 41-42 juta
kiloliter.
Meski, pemerintah berharap tetap sesuai asumsi 40 juta kiloliter
yang tergantung dari kapan dimulainya pembatasan dan disiplin
pelaksanaannya.
Sementara itu, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas
Bumi (BPH Migas) Fahmi Harsandono mengatakan, pihaknya akan mengawasi
kuota BBM sesuai jatah per daerah menyusul realisasi konsumsi yang di
atas rata-rata selama tiga bulan pertama.
BPH Migas mencatat, pada periode Januari-Maret 2012, konsumsi BBM
bersubsidi sudah mencapai 10,7 juta kiloliter yang terdiri dari premium
6,7 juta kiloliter, solar 3,7 juta kiloliter, dan minyak tanah 314 ribu
kiloliter.
"Sisanya tinggal 29,3 juta kiloliter untuk sembilan bulan ke depan," katanya.
Ia memperkirakan, jika konsumsi sama seperti tiga bulan pertama
tersebut, maka konsumsi BBM subsidi 2012 bisa mencapai 44 juta
kiloliter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar