Rabu, 25 April 2012

BBM bersubsidi

Pemerintah sampai saat ini masih membahas rencana pembatasan pemakaian premium bersubsidi yang secara bertahap akan dimulai Mei 2012.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat pembahasan antarkementerian sebelum memulai pelaksanaan pembatasannya.

"Kami akan mendiskusikannya 1-2 kali lagi bersama-sama, sebelum diumumkan dan program dijalankan," katanya.

Sesuai rencana, setelah aturan pembatasan terbit pada akhir April 2012, selama tujuh hari akan dilakukan sosialisasi.

Lalu, program pembatasan pemakaian premium bersubsidi akan dimulai untuk mobil dinas di seluruh Indonesia pada Mei 2012.

Selanjutnya, diberlakukan untuk mobil pribadi dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc di wilayah Jabodetabek setelah 60 hari atau Agustus 2012 dan Jawa-Bali setelah 90 hari atau September 2012.

Evita mengatakan, jadwal pembatasan masih sesuai rencana yakni dimulai pada Mei 2012.

"Jadwal masih tetap, kira-kira mulai Mei ini. Tapi, saya tidak tahu tanggalnya kapan," ujarnya.

Pemerintah merencanakan pembatasan menyusul larangan DPR menaikkan harga BBM subsidi pada 2012.

DPR menyaratkan, kenaikan harga BBM subsidi hanya boleh dilakukan setelah harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) selama enam bulan terakhir rata-rata 15 persen di atas asumsi 105 dolar AS per barel.

Pemerintah memperkirakan tanpa melakukan upaya apapun, konsumsi BBM subsidi bakal membengkak menjadi 47 juta kiloliter dari asumsi APBN 40 juta kiloliter.

Namun, jika Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis BBM Tertentu dilaksanakan secara konsekuen, maka konsumsi bisa ditekan menjadi 44 juta kiloliter.

Lalu, kalau pemerintah menjalankan kebijakan pembatasan, maka konsumsi diperkirakan bisa ditekan lagi menjadi antara 41-42 juta kiloliter.

Meski, pemerintah berharap tetap sesuai asumsi 40 juta kiloliter yang tergantung dari kapan dimulainya pembatasan dan disiplin pelaksanaannya.

Sementara itu, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi Harsandono mengatakan, pihaknya akan mengawasi kuota BBM sesuai jatah per daerah menyusul realisasi konsumsi yang di atas rata-rata selama tiga bulan pertama.

BPH Migas mencatat, pada periode Januari-Maret 2012, konsumsi BBM bersubsidi sudah mencapai 10,7 juta kiloliter yang terdiri dari premium 6,7 juta kiloliter, solar 3,7 juta kiloliter, dan minyak tanah 314 ribu kiloliter.

"Sisanya tinggal 29,3 juta kiloliter untuk sembilan bulan ke depan," katanya.

Ia memperkirakan, jika konsumsi sama seperti tiga bulan pertama tersebut, maka konsumsi BBM subsidi 2012 bisa mencapai 44 juta kiloliter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar